Jumat, 10 Oktober 2008

Orang Indonesia Bisa Jadi Batman

Hahahaha... Ni mungkin postingan yang rada ngaco... tapi memang betul. Orang Indonesia bisa jadi Batman!! Dengan sedikit kekuatan magic ala Jawa, semua pasti bisa dilakuin!!!

Ada beberapa hal yang bisa dilakuin untuk jadi Batman
  1. Badan tinggi. Minimal 200 cm (sulit juga kalau yang ini slx orang Indonesia rata2 cuma 170 cm doang. Tapi jangan khawatir. Dengan tinggi badan Tora Sudiro udah cukup koq jadi Batman!! (khan gede tuh. Tora kalau gak salah sekitar 185 berapa gitu...)
  2. Badan kudu berotot! Gak lucu khan kalau orang kayak Doyok jadi Batman. Bisa2 belum muncul udah diketawain ma musuhnya & dibilangin "minum L-Men dulu donk!!!". Mustinya sih kudu segede Ade Rai, tapi kalau seberotot Primus sih udah cukup (habis, Primus kan pernah jadi Panji Manusia Milenium, jadi kebawa...)
  3. Bisa beladiri. Apa aja Mulai dari taekwondo, Karate, Silat, jiu-jitsu ampe Shaolin & ilmu ninja juga gak masalah (asal jangan Kamasutra aja... Itu ilmu beladiri bukan??)
  4. Duit kudu banyak! Tapi buat loe yang masih pas di garis kemiskinan (gak dibawah, takut kesinggung), gak ada salahnya ikut kuis2 di TV yang langsung jadi Jutawan mendadak (rekomendasi, ikut aja kuis Super Deal 2 Milyar. Sesial2nya paling bawa 9-45 juta-an). & satu hal, jangan ketipu kuis yang REG REG apaan tuh bisa2 gak jadi kaya malah kere (Fungsi duit banyak adalah kalau cedera bisa langsung dirujuk ke Rumah Sakit. Masalah baju, juga diitung. Tapi tuh yang utama)
  5. Punya kendaraan sendiri. Tapi jangan bawa mobil cuz ntar kena macet dijalan & gak bisa ngapa2in... Pake sepeda motor yang biasanya dibuat maling nyolong (kan cepet banget tuh). Pake motor bebek sih gak masalah,... Tapi gak lucuu aja.
  6. Identitas rahasia. Ni penting banget! Bisa lewat topeng, Penutup wajah kayak maling, atau panci yang dilobangin matanya juga bisa. Tapi jangan berlebihan, ntar disangkain orang gila lagi... Tapi kalau Batman sih, biasanya pake Jubah, Baju Anti-peluru, topeng kelelawar. Tapi kalau gak ada duit bisa jahit sendiri. Biayanya sih, itung aja ndiri
  7. Yang paling penting............... YANG TERPENTING ADALAH JANGAN LUPA MAKE JIMAT ANTI PELURU!!! kalo2 ketembak polisi atau penjahat. Kan bisa kebal gitu. Banyak kan contohnya orang yang kebal ditembak jaman dulu kayak si Pitung atawa laen2...
Nah, itulah saran bagaimana jadi Batman. Kalau ada yang kurang bisa dikomentari...
Saya sendiri, jujur males jadi superhero....

Siapa minat??

Rabu, 01 Oktober 2008

HTI Vs JIL, Kenihilan Titik Temu

Tadi pagi, saat selesai melayani saudara saudara sekampung untuk merayakan idul ftri, iseng saja saya nonton acara Todays Dialogue di Metro Tv yang menampilkan "Khilafah Vs Demokrasi". Sempat saya tertarik untuk menontonnya selama lebih kurang setengah jam kalau tidak salah.

Di situ saya melihat pihak dari Hizbut Tahrir Indonesia, lalu ada yang ditantang dari Jaringan Islam Liberal, satu orang moderator dari Universitas Paramadina dan pembawa acara Meutia Hafid sendiri. Pada awal-awal saya cukup tertarik pada bahasan yang memang cukup jarang ditampilkan : Pihak yang mencoba menegakkan syariah dan pihak yang istilahnya, coba untuk memodernkan unsur syariah dan melebur dalam kebhinekaan

Namun, saya melihat sendiri (secara pribadi mungkin...) Acara tersebut seperti dikemas kurang tepat saya rasa. Dilihat dari komposisi 3 : 1, tidak... 6 : 1 atau lebih malah. pihak dari Hizbut Tahrir sendiri rasanya sangat kewalahan menghadapi cecaran dari pihak Jaringan Islam Liberal yang pendapat dan sanggahannya disokong oleh Moderatornya sendiri (ingat, sekali lagi mungkin Metro Tv mendatangkan pihak yang kurang netral. Universitas Paramadina adalah surga bagi liberalis sekuleris). Dan dari pihak penonton yang sebagian (atau seluruhnya...?) dari mahasiswa paramadina sendiri. Makin lengkaplah hegemoni JIL dalam acara tersebut.

Oke, kembali ke judul posting awal. Saya melihat bahwa dari pihak Hizbut Tahrir sendiri sangat ngotot mempertahankan satu konsepsi yang mereka sebut sebagai "Khilafah". Konsepsi yang telah ada sejak zaman nabi sampai keruntuhan Khilafah Utsmaniyah. Asal tahu saja, bagi yang tidak tahu khilafah, itu adalah satu sistem dimana satu regional kawasan (atau mungkin dunia, bisa jadi) dipimpin oleh satu pemerintahan berdasarkan syariah Islam. Mereka berpendapat bahwa hegemoni orang orang kafir dalam segala aspek telah meruntuhkan substansi Islam sehingga Islam dikerdilkan menjadi sebuah ajaran yang hanya bersifat ritual saja sehingga harus ada perubahan dari segala aspek menurut syariah Islam.

Dari pihak Jaringan Islam Liberal, menurutnya Khilafah hanyalah sebuah sistem yang hanya ada dalam angan-angan / impian / utopis saja. Menurutnya, dalam Islam sendiri tidak ada ajaran yang secara spesifik mengatur tentang pemerintahan. Itu sudah diatur dan diserahkan kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia juga mengatakan bahwa Arab Saudi tidak menerapkan sistem Khilafah dan (tentunya...) sedikit skeptis dengan perjuangan Hizbut Tahrir yang dari negara Arab saja tidak diterima, bagaimana bisa masuk dan menjadi kekuatan besar di kancah politik dunia?

Disini saya mendapatkan kesimpulan (kalau salah mohon dikoreksi), bahwa dari pihak Hizbut Tahrir begitu ngotot dalam menerapkan Khilafah. Pokoknya Khilafah titik! Itulah yang menurut saya, membuat organisasi ini maju ditempat sejak lama. Ia tidak mampu memahami bahwa, sulit sekali menerapkan sistem yang dimana dikatakan, satu dunia dibawah satu pemerintahan. saya tidak mengatakan bahwa sistem tersebut utopis atau apa (karena saya hargai perjuangan mereka...) Namun untuk mencapai itu, Hizbut Tahrir akan sangat kesulitan. Tentu kalau ada yang sudah tahu bahwa Hizbut Tahrir sudah lama bersinggungan dengan Ikhwanul Muslimin di mesir atau kalau di Indonesia, HT Indonesia bersinggungan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Tidak akan terjadi persatuan Islam kalau kekuatan-kekuatan itu masih saja bersinggungan.

Disisi lain, dari Jaringan Islam Liberal sendiri saya melihat bahwa bantahannya terhadap sistem Khilafah masih sangat terkesan emosional. salah seorang pembicara dari JIL tampaknya hanya menyela-nyela pembicaraan moderator yang memang terkesan membela. Meutia Hafid sendiri tampaknya juga ikut dalam golongan JIL (mungkin trauma karena pernah diculik separatis di Irak???) dan terus mengintrupsi pembicaraan pihak Hizbut Tahrir. JIL sendiri melihat bahwa Syariah Islam yang dicobakan masuk dalam Khilafah sangat sulit diterapkan karena Syariah Islam harus ditangkap lewat esensi bukan dari tekstual padahal kalau saya lihat dalam al-Quran, jelas-jelas bahwa banyak seruan dalam al-Quran mengatur tatanan masyarakat yang masih relevan di masa sekarang jika diterapkan secara rasional (jujur, saya sendiri bingung maksud dari "esensi" sebab syariah tersebut adalah hal yang konkret bukan abstrak. Saya melihat dari pembicara JIL sendiri sangat sangat sangat pesimistis dengan sistem Khilafah (melihat dari raut wajahnya yang berkesan "ngece" bahasa jawanya). Dari JIL jujur, saya mungkin sulit menemukan kekurangan sebab pressure dari pihak JIL pada HTI sangat kuat (istilahnya, saya njagoin HTI tapi musuhnya banyak)...

Akhir acara, tampak bahwa perbincangan itu tidak memberikan hasil apa-apa. Hizbut Tahrir ngotot dengan Khilafah-nya, sedangkan JIL ngotot dengan modernisasinya.

Sebelum Ibu saya merebut Remote Tv dan mematikannya lalu bilang "debat apa ini, koq tak berkesudahan..." Dan tidur...

Sabtu, 27 September 2008

Sebuah Kreatifitas itu adalah Spesialisasi...

Banyak orang yang tidak mengerti. Banyak juga yang mengerti kenapa kreatifits itu berharga sangat mahal. Bisa dikatakan bahwa dalam diri manusia masing2 punya sisi kreativitas sendiri yang tentunya berbeda dengan orang lain.

Semisal, kita bisa melihat bahwa orang lain bisa menjadi pemahat, tapi tidak mampu mengapresiasikan bakatnya pada satu buah kanvas. Demikian jika seseorang hanya mampu mengaplikasikan kreativitasnya pada seperangkat program bernama Adobe Photoshop, Corel dll namun dalam bidang gambar visual ia masih kurang mapan.

Karena itu, dikampus sering saya lihat (atau saya alami sendiri) kurangnya bagusnya nilai mahasiswa (berhubung saya juga berkuliah di Desain grafis salah satu D2 Swasta di surabaya) disebabkan karena ketidaksukaan pada satu cabang seni (semisal, salah satu teman saya sangat suka fotografi, tapi ia tidak mampu membuat suatu karya patung dari clay). Jadi, ia hampir saja tidak lulus kuliah... kasihan
Sekarang rasanya agak mlez ngeblog... knp y??

Minggu, 21 September 2008

Buka Lembar Baru...

Oiii,... Lembaran baru niee...

msi pemula nih